Sebentar lagi tahun
2023, MPC Indonesia lembaga pelatihan, pengembangan dan pemberdayaan diri di Kabupaten
Brebes juga menghadirkan wajah baru di website yang terbaru mpcweb.site kembali menuliskan tentang
tema tema hipnosis dan hipnoterapi.
Banyak yang sudah tahu
dan bisa membedakan apa itu hipnosis atau hipnotis, akan tetapi bisa jadi masih
ada yang bingung dan belum faham apa sebenarnya yang dimaksud hipnosis dan
hipnoterapi.
Sekedar info bahwa MPC
Indonesia saat ini memiliki dua program unggulan yaitu Layanan Hipnoterapi dan
Pelatihan Hipnoterapi, anda yang sudah faham dan telah membaca tulisan ini
sampai selesai bisa menggunakan kedua layanan unggulan itu jika memang
sekiranya dibutuhkan.
Hipnosis atau Hipnotis
Hipnosis yang akan
saya bahasa adalah di Negara ini Indonesia juga disbut dengan istilah hipnotis,
jadi hipnosis dan hipnotis di Indonesia itu ya sebutan yang sama, walau pada
kenyataannya sejatinya berbeda.
Hipnosis itu
adalah proses terjadinya kondisi hipnosa.
Hipnotis itu
adalah pelaku atau orang yang melakukan hipnsis
Akan tetapi dalam
pemahaman saat ini saya akan membahas hipnosis dari sudut pandang manfaatnya
untuk terapi atau penyembuhan. Hipnosis juga dikenal dengan istilah
hipnoterapi.
Hipnosis adalah seni
komunikasi dimana seorang pelaku (hypnotist)
dapat menyampaikan informasi kepada subjek atau klien pesan / sugesti yang
langsung diterima oleh bawah sadar, sehingga subjek / klien lebih mudah
menerima informasi / pesan yang disampaikan.
Seorang hypnotist,
memiliki pengetahuan tentang cara kerja pikiran dan mekanisme bagaimana pikiran
bekerja sehingga ia bisa melakukan komunikasi hipnotik ( komunikasi yang
mempengaruhi ), dan memiliki ketrampilan untuk melakukan itu sehingga
komunikasi berjalan sangat efektif.
Beberapa kondisi
dilapangan proses hipnosis seringkali dilakukan dengan cara mengistirahatkan
pikiran sadar sehingga subjek / klien terlihat sangat rileks bahkan seperti
orang tertidur. “ sementara kondisi yang lain bisa dengan cara membanjiri data
subjek / klien, sehingga ia kebingungan memproses informasi dan pada kesempatan
yang tepat hypnotist akan memberikan informasi komunikasi hipnotik langsung ke
bawah sadarnya “ kata kang Aziz Amin.
Kondisi Hypnosa
Kondisi seorang sangat
fokus baik dengan cara merelaksasikan pikiran sadar maupun membanjiri data sehingga
sabujek / klien bingung ( fokus ), maka kondisi ini relative filter ( Critikal
Area ) terbuka sehingga sangat mudah untuk menerima sugesti ( sugestif ),
kondisi ini disebut kondisi hipnosa.
Hipnotist sangat
memahami kondisi ini dan bisa dengan jeli memanfaat kan kondisi ini sehingga
apapun yang dilakukan terkesan memberikan efek yang luar biasa, bahakan kadang
diluar nalar kebanyakan orang.
Hipnoterapi
Konsidi hipnosa inilah
yang dimanfaatkan untuk membantu mereka yang menggalami gangguan pikiran,
mental dan gangguan prilaku dengan memberikan sugesti yang membantu proses penyembuhan
(sugesti teraputik).
Metode hipnoterapi
saat ini menjadi tren saat ini bahkan bisa jadi tahun 2023 akan menjadi pilihan
alternative bagi masyarakat untuk membantu menyelesaikan gangguan pikiran,
mental dan gangguan prilaku seperti diprediksikan banyak ahli.
Salah satu layanan
hipnoterapi di Kabupaten Brebes, Griya Hipnoterapi MPC dalam diskusi di group
komunitasnya menjelaskan bahwa proses hipnoterapi bukan proses terapi ajaib,
yang akan menjamin klien atau pasiennya sembuh dalam sekali terapi.
Akan tetapi ada proses
yang harus dilakukan oleh klien sebelum terapi yang disebut “ sesi pra terapi /
konsultasi “ yang menurut therapist nya ini menjadi sesi yang sangat penting
untuk proses hipnoterapi yang maksimal.
Hipnoterapi memang masih
menjadi kontroversi, akan tetapi mayoritas tenaga ahli percaya bahwa terapi
hipnosis sangat dapat membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan khususnya
terkait dengan gangguan pikiran, mental dan gangguan prilaku.
Sebagai contoh beberapa
masalah yang dianggap efektif dilakukan hipnoterapi adalah untuk mengatasi rasa
sakit, rasa gugup berlebihan, gangguan perubahan mood, hingga
membantu menghentikan suatu kebiasaan tertentu atau gangguan prilaku.





0 Komentar